Minggu, 17 Juli 2016

Pemeriksaan Jumlah Eritrosit



PEMERIKSAAN- V
I.                   Judul praktikum    : Pemeriksaan Jumlah Eritrosit
II.                Hari / tanggal        : Selasa, 22 desember 2015
III.             Tujuan praktikum : Untuk mengetahui jumlah eritrosit pada pasien yang
   diperiksa dalam sel / µl
IV.             Tinjauan pustaka                
Eritrosit pada manusia berbentuk diskus bikonkav, diameternya 6 - 9 µm, tebal bagian tengah 1 µm, bagian tepi 2 - 2,5 µm dan tidak berinti. Membran eritrosit merupakan lapisan lipid bilayer yang  tersusun atas posfolipid layaknya membran sel lainnya (Shevla, 1985)

Sitoplasma eritrosit terdiri atas hemoglobin (34  %),  tidak  terdapat  mitokondria,  lisosom,  ribosom,  retikulum  endoplasmik,  dan  badan  Golgi, sehingga metabolismenya sangat terbatas dengan menggunakan enzim-enzim metabolisme yang telah ada  (yaitu  sisa  sewaktu  perkembangan  dari  sumsum  tulang).  Keutuhan  bentuk  eritrosit  sangat tergantung  pada  tekanan  osmose  medium  sekitarnya (Mastertoon, 1990)

Pada  kondisi  hipotonik  akan  mengalami pembengkakan kemudian ruptur (hemolisis). Hemolisis pada isotonik terjadi karena agen-agen yang merusak permukaan, seperti: sabun, detergen, atau kloroform. Sitoskeleton berfungsi untuk mengatur bentuk membran eritrosit sehingga bentuknya fleksibel. Krenasi jika berada pada lingkungan (larutan) yang hipertonis (Mastertoon, 1990)
Jumlah eritrosit normal pada orang dewasa berkisar antara 4.500.000 – 6.000.000 sel per mm3(pada laki-laki) dan 4.000.000 – 5.500.000 sel per mm3 (pada perempuan). Polisitemia (polycythemia) adalah  suatu  kondisi  jumlah  eritrosit  meningkat  sangat  nyata  di  dalam  sirkulasi.  Anemia  adalah kondisi berkurangnya jumlah SDM atau Hb (Winarni, 1997).
Fungsi utama dari eritrosit, adalah mengangkut hemoglobin dan seterusnya mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan. Eritrosit juga berperan dalam system kekebalan tubuh, ketika sel darah merah akan menghancurkan dinding dan membrane sel pathogen (Winarni, 1997).
Eritrosit di bentuk dalam sumsum merah tulang pipih, misalnya di tulang dada, tulang selangka dan di dalam ruas-ruas tulang belakang. Sel-sel darah merah yang sedang berkembang dalam sumsum memiliki nucleus, inti memadat sering maturasi, dikeluarkan sebelum sel darah merah lepas ke dalam sirkulasi (Winarni, 1997).   
      Masa hidup eritrosit hanya sekitar 120 hari atau 4 bulan kemudian dirombak  di dalam hati dan limpa, sebagian hemoglobin di ubah menjadi bilirubin dan biliverdin, yaitu pigmen biru yang memberi warna empedu.

Sumber-sumber kesalahan dalam pemeriksaan yaitu :
a.       Jumlah darah / larutan hayem yang di isap ke dalam pipet tidak tepat
b.      Memakai pipet yang basah
c.       Kaca penutup bergeser karena tersentuh oleh lensa mikroskop.
d.      Larutan pengencer kotor
e.       menghitung sel yang menyinggung garis batas tidak benar
f.       darah tidak homogen ketika dilakukan pemriksaan
g.      kamar hitung dan kaca penutup kotor
h.      adanya gelembung pada saat pemipetan


Metode-metode pemeriksaan leukosit :
1.      Menggunakan kamar hitung (hemositometer)
a.       Eritrosit  dihitung dalam 1 bidang besar
b.      Satu  bidang besar terdiri dari 25 bidang sedang dan 16 bidang kecil
c.       Mulai menghilang dari kiri atas, terus kekanan lalu kebawah dari kanan kebawah
d.      Kemudian hasil perhitungan dikalikan dengan 10.000
e.       Didapatkan hasil eritrosit dalam darah

2.      Metode Autometik
a.       Data EDTA dimasukan dalam tabung
b.      Lalu dipindahkan alat pemeriksaan darah (hemotologi analyzer)
c.       Dengan otomatis alat tersebut memproses pemeriksaan sel darah marah
d.      Dikeluarkan hasil berupa data









V.    Metode Kerja
A.    Pra analitik
1.      Persiapan pasien    :     Tidak ada persiapan khusus
2.      Persiapan sampel   :     Darah EDTA
3.      Prinsip                   :     Darah diencerkan dengan larutan pengencer isotonis
agar mencegah hemolisis eritrosit dan memudahkan menghitung eritrosit
4.      Metode                  :     KH Improved Neubauer
5.      Persiapan alat dan bahan
a.       Alat yang digunakan
1.      Cawan porselin
2.      Mikroskop
3.      Rak tabung
4.      Satu set alat Hemositometer
a.       Pipet eritrosit
b.      Kamar hitung
c.       Objek gelas
d.      Selang eritrosit
5.      Tabung EDTA
6.      Tabung reaksi
b.      Bahan yang digunakan
1.      Alcohol 70%
2.      Aquadest
3.      Darah EDTA
4.      Kapas
5.      Larutan hayem
6.      Spoit 3 ml
7.      Tissue

B.     Analitik
a.       Prosedur kerja pengambilan darah
1.      Disiapkan alat dan bahan
2.      Minta pasien meluruskan tangannya, pilih lengan yang sering digunakan beraktifitas
3.      Pasang tourniquet kira-kira 3 cm diatas lipatan
4.      Dipilih vena mediana cubity, lakukan perabaan
5.      Dipilih daera yang akan diambil darahnya
6.      Ditusuk darah vena dengan posisi lubang jarum menghadap keatas, kemudian minta pasien membuka kepalan tangan
7.      Ketika terlihat darah diujung semprit tarik hingga mencapai volume yang diinginkan lalu lepas tourniquet
8.      Letakan kapas didaerah suntikan, lalu tarik jarum
9.      Dipindahkan darah ketabung EDTA
b.      Mengisi pipet eritrosit
1.      Disiapkan alat dan bahan
2.      Dipipet darah (kapiler, EDTA, dan oxalate) sampai tanda 0,5 tepat
3.      Dibersihkan kelebihan darah yang melekat pada ujung pipet menggunakan tissue
4.      Dimasukan ujung pipet dalam larutan turk sambil menahan darah pada garis tanda tadi, pipet dipegang dengan sudut 40oc dan larutan turk diisap perlahan-lahan sampai pada tanda 101, hati-hati jangan sampai terjadi gelembung udara
5.      Diangkat pipet dari cairan, tutup ujung pipet dengan ujung jari lalu lepaskan karet  penghisap
6.      Dihomogenkan pipet selama 15-30 detik, jika tidak segera dihitung letakan dalam sikap horizontal.

c.       Mengisi bilik hitung
1.      Diperiksa kebersihan permukaan area perhitungan dan kaca penutup, jika terlihat kotor bersihkan terlebi dahulu
2.      Diletakan kamar hitung yang bersih benar dengan kaca penutup terpasang mendatar diatas meja
3.      Dikocoklah pipet yang diisi selama 3 menit terus-menerus jagalah jangan sampai ada cairan yang terbuang
4.      Dibuang semua cairan yang ada didalam batang kapiler (3-4 tetes), segerah sentuh ujung pipet dengan sudut 30o pada permukaan kamar hitung dengan menyinggung pinggir kaca penutup. Biarkan kamar hitung itu terisi perlahan-lahan dengan daya kapilaritasnya sendiri
5.      Dibiarkan kamar hitung itu selama 2 atau 3 menit agar eritrosit dapat mengendap jika tidak dapat dihitung segera, simpan kamar hitung didalam cawan petri yang berisi segumpal kertas basah
d.      Menghitung jumlah eritrosit
1.      Digunakan lensa objektif kecil yaitu perbesaran 10x turunkan lensa kondensor atau kecilkan diagfragma meja mikroskop harus dalam keadaan datar
2.      Kamar hitung diletakan dibawah mikroskop, focus mikroskop diarahkan dibidang yang bergaris dengan sendirinya eritsosit-eritrosit jelas terlihat. Dihitung semua eirtrosit yang terdapat dalam ke lima bidang sedang pada sudut-sudut, seluruh permukaan yang dibagi
3.      Dimulai menghitung dari sudut kiri atas terus kekanan, kemudian turun kebawah dan mulai lagi dari kiri ke atas. Cara ini digunakan pada ke lima bidang sedang
4.      Kadang-kadang ada sel-sel yang letaknya menyinggung garis batas suatu bidang , sel-sel yang menyinggung garis-garis sebelah kiri atau garis-garis haruslah dihitung. Sebaliknya sel-sel yang menyinggung garis batas sebelah kanan atau bawah tidak boleh dihitung

B.     Pasca  analitik
1.      Data pasien
Nama               : Al- Adim
Umur               : 19 tahun
Alamat             : wua-wua
Jenis kelamin  : laki-laki

2.      Hasil pemeriksaan
a.       Faktor pemeriksaan
b.      Volume kamar hitung
V. kamar hitung         =  P x L x t
                                    = 0,2 x 0,2 x 0,1
                                    = 0,004 mm3
V. kamar hitung keseluruhan
 V.KH total                 = Luas seluruh bidang x V.KH
                                    = 5 x 0,004
                                    = 0,02 mm3
c.       Jumlah kamar hitung
                           = n x 10.000                        
                           = (k1 + k2 + k3 + k4) x 10.000
                           = ( 25 + 27 + 26 + 30 + 30 ) x 10.000
                           = 138 x 10.000
                           = 1.380.000 /µl

VI.             Kesimpulan
              Pada praktikum ini jumlah leukosit yang diperoleh yaitu 1.380.000 /µL nilai ini dikatakan tidak normal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar