Kamis, 23 Juli 2026

sampel feses

SOP Pengambilan Sampel Feses
1. Tujuan
Memperoleh sampel feses yang representatif dan tidak terkontaminasi untuk pemeriksaan laboratorium.
2. Alat dan Bahan
Wadah feses steril bertutup rapat.
Spatula/sendok feses (bila tersedia).
Label identitas pasien.
Formulir permintaan pemeriksaan.
APD (sarung tangan, masker bila diperlukan).
Kantong biohazard.
3. Persiapan
Verifikasi identitas pasien.
Jelaskan prosedur kepada pasien.
Beri label pada wadah sebelum pengambilan.
Anjurkan pasien untuk tidak mencampur feses dengan urine, air, atau tisu.
4. Prosedur Pengambilan
Minta pasien buang air besar pada wadah bersih, pispot, atau alas penampung yang kering.
Ambil feses menggunakan spatula/sendok sebanyak ± 5–10 gram (sekitar sebesar ibu jari atau 1–2 sendok teh).
Bila feses berlendir atau berdarah, ambil bagian tersebut karena lebih representatif untuk pemeriksaan.
Masukkan sampel ke dalam wadah steril.
Tutup wadah dengan rapat.
Masukkan wadah ke dalam kantong biohazard.
5. Penyimpanan dan Pengiriman
Kirim sampel ke laboratorium sesegera mungkin (idealnya dalam ≤2 jam setelah pengambilan).
Jika pengiriman tertunda, simpan sesuai jenis pemeriksaan dan kebijakan laboratorium (umumnya pada suhu 2–8°C untuk pemeriksaan tertentu).
6. Keselamatan Kerja
Gunakan APD saat menangani sampel.
Hindari kontak langsung dengan feses.
Lakukan kebersihan tangan setelah prosedur.
Buang limbah sesuai prosedur limbah infeksius.
7. Dokumentasi
Catat:
Identitas pasien.
Tanggal dan waktu pengambilan.
Jenis sampel (feses).
Jenis pemeriksaan yang diminta.
Nama petugas yang menerima atau menangani sampel.

pengambilan sampel urine

pengambilan sampel urin

SOP Pengambilan Sampel Urine
1. Tujuan
Memperoleh sampel urine yang berkualitas untuk pemeriksaan laboratorium secara benar, aman, dan menghindari kontaminasi.
2. Alat dan Bahan
Wadah urine steril bertutup rapat.
Label identitas pasien.
Formulir permintaan pemeriksaan.
APD (sarung tangan, masker bila diperlukan).
Tisu atau kapas pembersih.
3. Persiapan
Verifikasi identitas pasien.
Jelaskan prosedur pengambilan urine.
Cuci tangan dan gunakan APD.
Beri label pada wadah sebelum pengambilan.
4. Prosedur Pengambilan (Urine Porsi Tengah/Midstream)
Minta pasien mencuci tangan.
Bersihkan area genital:
Pria: tarik kulup (jika belum disunat) dan bersihkan ujung penis.
Wanita: bersihkan dari arah depan ke belakang.
Minta pasien mulai berkemih dan buang aliran urine pertama.
Tampung urine porsi tengah (midstream) sebanyak 20–30 mL ke dalam wadah steril tanpa menyentuh bagian dalam wadah.
Selesaikan berkemih di toilet.
Tutup wadah dengan rapat.
Pastikan label identitas lengkap pada wadah.
5. Penyimpanan dan Pengiriman
Kirim sampel ke laboratorium secepatnya (idealnya dalam ≤2 jam setelah pengambilan).
Jika terjadi penundaan, simpan pada suhu 2–8°C sesuai kebijakan laboratorium.
6. Keselamatan Kerja
Gunakan APD selama penanganan sampel.
Lakukan kebersihan tangan sebelum dan sesudah prosedur.
Perlakukan semua sampel sebagai bahan yang berpotensi infeksius.
Buang limbah sesuai prosedur keselamatan dan kesehatan kerja.
7. Dokumentasi
Catat:
Nama dan identitas pasien.
Tanggal dan waktu pengambilan.
Jenis sampel (urine midstream).
Nama petugas yang menerima atau mengambil sampel.

pengambilan sampel dahak

SOP Pengambilan Sampel Dahak (Sputum) untuk Pemeriksaan TB
1. Tujuan
Memperoleh sampel dahak yang berkualitas untuk pemeriksaan tuberkulosis (TB) secara aman dan benar.
2. Alat dan Bahan
Pot dahak steril bertutup rapat.
Label identitas pasien.
Formulir permintaan pemeriksaan.
APD petugas (masker respirator/N95 sesuai kebutuhan, sarung tangan, jas laboratorium).
Tisu dan tempat sampah infeksius.
3. Persiapan
Verifikasi identitas pasien.
Jelaskan prosedur kepada pasien.
Pastikan pengambilan dilakukan di ruang terbuka atau ruang berventilasi baik/ruang khusus pengambilan dahak.
4. Prosedur Pengambilan
Minta pasien mencuci tangan.
Berikan pot dahak yang telah diberi label.
Minta pasien menarik napas dalam 2–3 kali.
Batukkan dahak dari dalam dada (bukan air liur).
Keluarkan dahak sebanyak 3–5 mL ke dalam pot.
Tutup pot dengan rapat.
Bersihkan bagian luar pot bila terkontaminasi.
Simpan sampel dalam kantong biohazard dan kirim ke laboratorium sesegera mungkin.
5. Kriteria Sampel yang Baik
Berasal dari saluran napas bawah.
Berwarna putih kekuningan atau kehijauan dan kental.
Bukan ludah/air liur.
6. Keselamatan Kerja
Gunakan APD sesuai prosedur.
Hindari pengambilan dahak di ruang tertutup tanpa ventilasi.
Lakukan kebersihan tangan setelah selesai.
Buang limbah sesuai prosedur infeksius.
7. Dokumentasi
Catat identitas pasien, tanggal dan waktu pengambilan, jenis pemeriksaan, serta nama petugas pengambil sampel.

pengambilan swab lingkungan

pengambilan sampel limbah medis

labeling sampel laboratorium