1. Tujuan
Memperoleh sampel feses yang representatif dan tidak terkontaminasi untuk pemeriksaan laboratorium.
2. Alat dan Bahan
Wadah feses steril bertutup rapat.
Spatula/sendok feses (bila tersedia).
Label identitas pasien.
Formulir permintaan pemeriksaan.
APD (sarung tangan, masker bila diperlukan).
Kantong biohazard.
3. Persiapan
Verifikasi identitas pasien.
Jelaskan prosedur kepada pasien.
Beri label pada wadah sebelum pengambilan.
Anjurkan pasien untuk tidak mencampur feses dengan urine, air, atau tisu.
4. Prosedur Pengambilan
Minta pasien buang air besar pada wadah bersih, pispot, atau alas penampung yang kering.
Ambil feses menggunakan spatula/sendok sebanyak ± 5–10 gram (sekitar sebesar ibu jari atau 1–2 sendok teh).
Bila feses berlendir atau berdarah, ambil bagian tersebut karena lebih representatif untuk pemeriksaan.
Masukkan sampel ke dalam wadah steril.
Tutup wadah dengan rapat.
Masukkan wadah ke dalam kantong biohazard.
5. Penyimpanan dan Pengiriman
Kirim sampel ke laboratorium sesegera mungkin (idealnya dalam ≤2 jam setelah pengambilan).
Jika pengiriman tertunda, simpan sesuai jenis pemeriksaan dan kebijakan laboratorium (umumnya pada suhu 2–8°C untuk pemeriksaan tertentu).
6. Keselamatan Kerja
Gunakan APD saat menangani sampel.
Hindari kontak langsung dengan feses.
Lakukan kebersihan tangan setelah prosedur.
Buang limbah sesuai prosedur limbah infeksius.
7. Dokumentasi
Catat:
Identitas pasien.
Tanggal dan waktu pengambilan.
Jenis sampel (feses).
Jenis pemeriksaan yang diminta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar